Kelas Ekonomi
kereta Api (KA) dihapuskan, namun Mengapa Kelas Ekonomi masih Dicantumkan?
Mulai 1 April, 2013 dengan resmi Kelas Ekonomi KA
dihapuskan, dan diberlakukan. Aturan baru ini tentu mendapat banyak respon dari masyarakat terutama pengguna jasa
KA namun aturan tersebut terap diberlakukan
. Di Yogyakarta, stasiun Lempuyangan sekitar jam 10
pagi, 7 April 11 , 2013 suasana stasiun menjadi sepi, tidak seperti biasanya
yang sudah banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan tiket. Hanya sekrang
hanya terdapat beberapa orang saja. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh aturan
baru tersebut dan ini sangat mungkin terjadi.
Mulai 1 April
11, 2013 aturan ini diberlakukan, itulah yang tertulis di papan informasi
Lempuyangan. awalnya lega rasanya
melihat papan informasi tersebut sebab jelaslah bahwa tarif KA kelas ekonomi
masih di tertera di papan informasi terbsebut. Yang membedakan dengan papan
informasi yang dahulu adalah terdapat jadwal pemberanggkatan KA baru pada papan
informasi yang baru, dan tidak tertera tarif setiap KA. Sedangankan papan
Informasi yang dulu masih tertera tarif KA untuk semua kelas.
“Sesekali saya mengamati papan informasi tersebut
sambil berfikir, apakah papan informasi
itu benar adanya? Untuk meyakinkan bahwa tarif ekonomi masih berlaku saya
mencoba untuk membeli salah tiket salah satu KA kelas ekonomi yang bernama Gaya
Baru Malam Selatan ke saya elesalas ekonomi tentunya. Setelah saya selesai
menulis formulir tiket, saya lansung menuju loket (rebservasi). Saya tidak
perlu mengantri karena kondisinya sepi. Ternyata apa yang terjadi setelah saya
ke loket pegawai loket tersebut berkata seratus empat puluh ribu mas untuk
tiket dari stasiun Lempunyangan sampai ke Ciledug, Cirebon, Jawa Barat. Saya
sempat bertanya kepada pegawai, bukannya tiga puluh tiga lima ratus. Kemudian
menjawablah pegawai, maaf untuk semua KA kelas ekonomi, sekarang sudah
dihapuskan.” ungkapan Nurfaal berdasarkan pengalamannya.
Berdasarkan cerita di atas papan informasi yang
mencantukan bahwa KA kelas ekonomi masih ada sangat tidak sesuai dengan
kenyataan yang ada. Hal tersebut seolah merupakan penipuan atau pembodohan bagi
calon penumpang oleh pihak pengelola KA. Untuk apa dicantumkan KA kelas ekonomi
tetapi faktanya KA Kelas ekonomi sudah ditiadakan. Bisa saja ini merupakan cara
mimikat calon penumpang KA kelas ekonomi atau ketidaktahuan mereka terhadap peraturan baru yang dibuat oleh
pegawainya atau sebab-sebab lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar