Rabu, 12 Juni 2013

IMAJINASI



Menjelang Pemilu 2014, Terapkan Sistem Lembar Komputer
Pemilu (pemilihan umum)  yang memilih calon pemimpin untuk menjadi pemimpin, pemilu dilaksanakan hampir di semua lapisan pemerintahan, dari pemilihan preseiden sampai dengan pemilihan kepala desa. Tapi coba lihatlah sistem pemilu yang digunankan di Indosesia ini, awalnya menggunakan sistem coblos dan sekarang menggunakan sistem atau tata cara mencontreng yang dihitung jumlah perolehan suaranya oleh para panitia. Peralihan tatacara ini tidak menunjukan perubahan yang  signifikan, jadi sistem pemilu tersebut sama sekali tidak ada bedanya jika dilihat dari sudut pandang pemungutan suarannya yang dihitung secara manual oleh manusia itu.
Perubahan tatacara tersebut sangatlah tanggung, dalam perubahan sistem tatacara seorang pemilih ingin memilih pilihannya menggunakan contreng ini, tetap saja terjadi kecurangan baik dari segi pemungutan suara ataupun pemalsuan identitas.
Untuk mengurangi kecurangan serta mengukur kebenaran data, pemilu selanjutnya menggunakan sistem LK (lembar komputer) dengan menggunaka tatacara ini akan lebih efektif dan efesien. Efektif dalam menjamin kevalidan datanya dan efesien dalam segi pemungutan suaranya, karena yang mengoreksi hasil tersebut adalah komputer.
Cara  menggunakan lembar komputer ini juga dapat dikembangkan, misalnya dengan cara para pemilih menyampaikan suaranya yang dilakukan secara massal atau bersama-sama dengan ketentuan 20 sampai dengan 40 pemilih suara dalam satu periode (dilakukan dengan bersamaan). Para pemilih dan panitia dapat melakukan aktivitas lainnya sebab menggunakan pelaksanaannya yang efisien. Atau komputer bisa diprogram agar dapat mengoreksi lembar pemilu komputer dengan cukup tulisan atau contreng saja sehingga para pemilih tidak banyak mengalami kesulitan dalam peralihan sistem pemilu ini. Kelebihan lainnya juga pemungutan suara yang dilakukan secara cepat dan akurat.
Dalam orang yang melakukan kecurangan pun akan sulit, bahkan tidak bisa sama sekali kali. Sistem yang dirancang pada komputer untuk mengukur kevalidan data sudah tidak diragukan lagi karena identitas seperti tanda tangan yang asli akan dibaca oleh komputer karena di lembar komputer tersebut pemilih wajib mengisi identitasnya (sederhana) serta tanda tangan. Seumpama ada pihak yang menggugat terjadi kecurangan dengan diadakannya pemilihan ulang, hal tersebut akan sulit terjadi karena data-data pemilih yang sudah dikoreksi dalam komputer tersebut bisa dijadikan sebagai bukti bahwa tidak ada kecurangan ataupun rekayasa.
Tantangan dalam menggunakan sistem lembar komputer ini terkait dengan dengan sosialisasi  serta kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem baru ini. Sosialisasi kepada pemilih maupun para panitia. Agar mereka benar-benar paham dengan sistem lembar komputer ini. Sosialisasi sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan media ataupun tanpa media/tatap muka langsung. Tentunya juga sosialisasi ini dilakukan secara merata diseluruh daerah nusantara termasuk daerah pelosok.
Jika ingin maju berarti harus ada gerakan yang solid.
Oleh: Abdul Rohman Nurfaal



Tidak ada komentar:

Posting Komentar