Menjelang Pemilu 2014, Terapkan Sistem Lembar Komputer
Pemilu (pemilihan umum) yang
memilih calon pemimpin untuk menjadi pemimpin, pemilu dilaksanakan hampir di
semua lapisan pemerintahan, dari pemilihan preseiden sampai dengan pemilihan
kepala desa. Tapi coba lihatlah sistem pemilu yang digunankan di Indosesia ini,
awalnya menggunakan sistem coblos dan sekarang menggunakan sistem atau tata
cara mencontreng yang dihitung jumlah perolehan suaranya oleh para panitia.
Peralihan tatacara ini tidak menunjukan perubahan yang signifikan, jadi sistem pemilu tersebut sama
sekali tidak ada bedanya jika dilihat dari sudut pandang pemungutan suarannya
yang dihitung secara manual oleh manusia itu.
Perubahan tatacara tersebut sangatlah tanggung, dalam perubahan
sistem tatacara seorang pemilih ingin memilih pilihannya menggunakan contreng
ini, tetap saja terjadi kecurangan baik dari segi pemungutan suara ataupun
pemalsuan identitas.
Untuk mengurangi kecurangan serta mengukur kebenaran data, pemilu
selanjutnya menggunakan sistem LK (lembar komputer) dengan menggunaka tatacara
ini akan lebih efektif dan efesien. Efektif dalam menjamin kevalidan datanya
dan efesien dalam segi pemungutan suaranya, karena yang mengoreksi hasil
tersebut adalah komputer.
Cara menggunakan lembar
komputer ini juga dapat dikembangkan, misalnya dengan cara para pemilih
menyampaikan suaranya yang dilakukan secara massal atau bersama-sama dengan
ketentuan 20 sampai dengan 40 pemilih suara dalam satu periode (dilakukan
dengan bersamaan). Para pemilih dan panitia dapat melakukan aktivitas lainnya
sebab menggunakan pelaksanaannya yang efisien. Atau komputer bisa diprogram
agar dapat mengoreksi lembar pemilu komputer dengan cukup tulisan atau contreng
saja sehingga para pemilih tidak banyak mengalami kesulitan dalam peralihan
sistem pemilu ini. Kelebihan lainnya juga pemungutan suara yang dilakukan
secara cepat dan akurat.
Dalam orang yang melakukan kecurangan pun akan sulit, bahkan tidak
bisa sama sekali kali. Sistem yang dirancang pada komputer untuk mengukur
kevalidan data sudah tidak diragukan lagi karena identitas seperti tanda tangan
yang asli akan dibaca oleh komputer karena di lembar komputer tersebut pemilih
wajib mengisi identitasnya (sederhana) serta tanda tangan. Seumpama ada pihak
yang menggugat terjadi kecurangan dengan diadakannya pemilihan ulang, hal
tersebut akan sulit terjadi karena data-data pemilih yang sudah dikoreksi dalam
komputer tersebut bisa dijadikan sebagai bukti bahwa tidak ada kecurangan
ataupun rekayasa.
Tantangan dalam menggunakan sistem lembar komputer ini terkait
dengan dengan sosialisasi serta
kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem baru ini. Sosialisasi kepada
pemilih maupun para panitia. Agar mereka benar-benar paham dengan sistem lembar
komputer ini. Sosialisasi sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
dengan menggunakan media ataupun tanpa media/tatap muka langsung. Tentunya juga
sosialisasi ini dilakukan secara merata diseluruh daerah nusantara termasuk
daerah pelosok.
Jika ingin maju berarti harus ada gerakan yang solid.
Oleh: Abdul Rohman Nurfaal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar