1 + 1 =.....
1 + 2= ?
1 + 3 =.....?
satu ditambah satu lebih baik bagi saya.
Rabu, 26 Juni 2013
Senin, 24 Juni 2013
Ikatan
tidak ataupun belum mengenal
kesempatan yang begitu langka, sebenernya aku ingin menyimak tapi ada saja amanah yang harus diselesaikan, ya tentu seja aku mengalah. selian itu akupun merasa lelah sehingga. sungguh andai ku dapat mengulang waktu aku ingin melihat saudara-saudaraku memperjuangkan kerja kerasnya di atas panggung juara. hanya sedikit yang aku yang ku lihat dan ku dengar namun kebaikan yang kulihat dan kudengar semga saja dapat tumbuh sampai t berbunga, berbuah. Buah yang berbiji yang menjadi harapan.
Sungguh kesempatan yang begitu langka. aku tidak terlalu mengenal namun perpisahan begitu terasa dalam
aku tidak begitu paham, namun seperti ada ikatan batin yang mendekatkan.
ya selamat berjuang saudara-saudaraku
kesempatan yang begitu langka, sebenernya aku ingin menyimak tapi ada saja amanah yang harus diselesaikan, ya tentu seja aku mengalah. selian itu akupun merasa lelah sehingga. sungguh andai ku dapat mengulang waktu aku ingin melihat saudara-saudaraku memperjuangkan kerja kerasnya di atas panggung juara. hanya sedikit yang aku yang ku lihat dan ku dengar namun kebaikan yang kulihat dan kudengar semga saja dapat tumbuh sampai t berbunga, berbuah. Buah yang berbiji yang menjadi harapan.
Sungguh kesempatan yang begitu langka. aku tidak terlalu mengenal namun perpisahan begitu terasa dalam
aku tidak begitu paham, namun seperti ada ikatan batin yang mendekatkan.
ya selamat berjuang saudara-saudaraku
Rabu, 12 Juni 2013
IMAJINASI
Menjelang Pemilu 2014, Terapkan Sistem Lembar Komputer
Pemilu (pemilihan umum) yang
memilih calon pemimpin untuk menjadi pemimpin, pemilu dilaksanakan hampir di
semua lapisan pemerintahan, dari pemilihan preseiden sampai dengan pemilihan
kepala desa. Tapi coba lihatlah sistem pemilu yang digunankan di Indosesia ini,
awalnya menggunakan sistem coblos dan sekarang menggunakan sistem atau tata
cara mencontreng yang dihitung jumlah perolehan suaranya oleh para panitia.
Peralihan tatacara ini tidak menunjukan perubahan yang signifikan, jadi sistem pemilu tersebut sama
sekali tidak ada bedanya jika dilihat dari sudut pandang pemungutan suarannya
yang dihitung secara manual oleh manusia itu.
Perubahan tatacara tersebut sangatlah tanggung, dalam perubahan
sistem tatacara seorang pemilih ingin memilih pilihannya menggunakan contreng
ini, tetap saja terjadi kecurangan baik dari segi pemungutan suara ataupun
pemalsuan identitas.
Untuk mengurangi kecurangan serta mengukur kebenaran data, pemilu
selanjutnya menggunakan sistem LK (lembar komputer) dengan menggunaka tatacara
ini akan lebih efektif dan efesien. Efektif dalam menjamin kevalidan datanya
dan efesien dalam segi pemungutan suaranya, karena yang mengoreksi hasil
tersebut adalah komputer.
Cara menggunakan lembar
komputer ini juga dapat dikembangkan, misalnya dengan cara para pemilih
menyampaikan suaranya yang dilakukan secara massal atau bersama-sama dengan
ketentuan 20 sampai dengan 40 pemilih suara dalam satu periode (dilakukan
dengan bersamaan). Para pemilih dan panitia dapat melakukan aktivitas lainnya
sebab menggunakan pelaksanaannya yang efisien. Atau komputer bisa diprogram
agar dapat mengoreksi lembar pemilu komputer dengan cukup tulisan atau contreng
saja sehingga para pemilih tidak banyak mengalami kesulitan dalam peralihan
sistem pemilu ini. Kelebihan lainnya juga pemungutan suara yang dilakukan
secara cepat dan akurat.
Dalam orang yang melakukan kecurangan pun akan sulit, bahkan tidak
bisa sama sekali kali. Sistem yang dirancang pada komputer untuk mengukur
kevalidan data sudah tidak diragukan lagi karena identitas seperti tanda tangan
yang asli akan dibaca oleh komputer karena di lembar komputer tersebut pemilih
wajib mengisi identitasnya (sederhana) serta tanda tangan. Seumpama ada pihak
yang menggugat terjadi kecurangan dengan diadakannya pemilihan ulang, hal
tersebut akan sulit terjadi karena data-data pemilih yang sudah dikoreksi dalam
komputer tersebut bisa dijadikan sebagai bukti bahwa tidak ada kecurangan
ataupun rekayasa.
Tantangan dalam menggunakan sistem lembar komputer ini terkait
dengan dengan sosialisasi serta
kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem baru ini. Sosialisasi kepada
pemilih maupun para panitia. Agar mereka benar-benar paham dengan sistem lembar
komputer ini. Sosialisasi sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
dengan menggunakan media ataupun tanpa media/tatap muka langsung. Tentunya juga
sosialisasi ini dilakukan secara merata diseluruh daerah nusantara termasuk
daerah pelosok.
Jika ingin maju berarti harus ada gerakan yang solid.
Oleh: Abdul Rohman Nurfaal
PeKelas Ekonomi masih Dicantumkan?
Kelas Ekonomi
kereta Api (KA) dihapuskan, namun Mengapa Kelas Ekonomi masih Dicantumkan?
Mulai 1 April, 2013 dengan resmi Kelas Ekonomi KA
dihapuskan, dan diberlakukan. Aturan baru ini tentu mendapat banyak respon dari masyarakat terutama pengguna jasa
KA namun aturan tersebut terap diberlakukan
. Di Yogyakarta, stasiun Lempuyangan sekitar jam 10
pagi, 7 April 11 , 2013 suasana stasiun menjadi sepi, tidak seperti biasanya
yang sudah banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan tiket. Hanya sekrang
hanya terdapat beberapa orang saja. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh aturan
baru tersebut dan ini sangat mungkin terjadi.
Mulai 1 April
11, 2013 aturan ini diberlakukan, itulah yang tertulis di papan informasi
Lempuyangan. awalnya lega rasanya
melihat papan informasi tersebut sebab jelaslah bahwa tarif KA kelas ekonomi
masih di tertera di papan informasi terbsebut. Yang membedakan dengan papan
informasi yang dahulu adalah terdapat jadwal pemberanggkatan KA baru pada papan
informasi yang baru, dan tidak tertera tarif setiap KA. Sedangankan papan
Informasi yang dulu masih tertera tarif KA untuk semua kelas.
“Sesekali saya mengamati papan informasi tersebut
sambil berfikir, apakah papan informasi
itu benar adanya? Untuk meyakinkan bahwa tarif ekonomi masih berlaku saya
mencoba untuk membeli salah tiket salah satu KA kelas ekonomi yang bernama Gaya
Baru Malam Selatan ke saya elesalas ekonomi tentunya. Setelah saya selesai
menulis formulir tiket, saya lansung menuju loket (rebservasi). Saya tidak
perlu mengantri karena kondisinya sepi. Ternyata apa yang terjadi setelah saya
ke loket pegawai loket tersebut berkata seratus empat puluh ribu mas untuk
tiket dari stasiun Lempunyangan sampai ke Ciledug, Cirebon, Jawa Barat. Saya
sempat bertanya kepada pegawai, bukannya tiga puluh tiga lima ratus. Kemudian
menjawablah pegawai, maaf untuk semua KA kelas ekonomi, sekarang sudah
dihapuskan.” ungkapan Nurfaal berdasarkan pengalamannya.
Berdasarkan cerita di atas papan informasi yang
mencantukan bahwa KA kelas ekonomi masih ada sangat tidak sesuai dengan
kenyataan yang ada. Hal tersebut seolah merupakan penipuan atau pembodohan bagi
calon penumpang oleh pihak pengelola KA. Untuk apa dicantumkan KA kelas ekonomi
tetapi faktanya KA Kelas ekonomi sudah ditiadakan. Bisa saja ini merupakan cara
mimikat calon penumpang KA kelas ekonomi atau ketidaktahuan mereka terhadap peraturan baru yang dibuat oleh
pegawainya atau sebab-sebab lainnya.
Minggu, 09 Juni 2013
PENDIDIKAN LUAR
SEKOLAH
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
Alamat : Kampus
UNY Karangmalang Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 586168 Psw 369
A. LATAR BELAKANG
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada awalnya terlahir dengan
nama Program studi Pendidikan Sosial (PS) pada tanggal 19 September 1955, saat
ini menjadi salah satu program studi di lingkup Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, memfokuskan diri pada kajian-kajian
di luar sistem persekolahan, merujuk pada Undang-undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional secara operasional Program Studi Pendidikan
Luar Sekolah diarahkan pada penyiapan tenaga PLS yang berkemampuan mengelola
satuan pendidikan luar sekolah, memfasilitasi proses pembelajaran dan
memperhatikan warga belajar dalam berbagai dimensinya, mengarahkan pada
kepemilikan dan perkembangan intelegensi, kebutuhan belajar, keterampilan
belajar, keterampilan fungsional, keterampilan wirausaha, serta pengembangan
sikap dan kepribadian profesional, dan kemandirian masyarakat.
B. VISI dan MISI
1. VISI
:
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang
unggul di tingkat nasional yang berlandaskan ketaqwaan, kemandirian,
kecendikiaan, dan berwawasan kebangsaan.
2. MISI
:
a Mengembangkan
praksis pendidikan luar sekolah yang memberdayakan masyarakat yang berkarakter
b Membelajarkan
masyarakat secara berkelanjutan menuju tercapainya masyarakat belajar yang
berlandaskan nilai-nilai ketakwaan. Kemandirian dan rensponsif terhadap
tuntutan masyarakat
c Menyelenggarakan
pendidikan professional yang berbasis penelitian
d Melaksanakan
praktek pembelajaran dalam bidang dan program pendidikan luar sekolah.
C. TUJUAN
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
menyelenggarakan pendidikan akademik program studi S1 Pendidikan Luar Sekolah,
menyiapkan tenaga kependidikan luar sekolah yang memiliki Kompetensi: 1)
Pengelola program satuan PLS, 2) Fasilitator pusat kegiatan belajar masyarakat,
3) Pelaku wirausaha sosial dan pemberdayaan masyarakat.
D. BIDANG KEAHLIAN
Mengacu pada Kepmendiknas Nomor
232/U/2000, serta SK Mendiknas No. 045/U/2002, mengenai prospek bidang
pekerjaan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Luar Sekolah, adalah
sebagai Pengelola & Pengembang Program PLS/PNFI serta fasilitator
pembelajaran pada lembaga-lembaga PLS/PNFI, yang meliputi:
1. Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
2. Pendidikan
Orang Dewasa
3. Pendidikan
Kepemudaan
4. Pendidikan
Kesetaraan
5. Pendidikan
Keaksaraan
6. Pendidikan
Pemberdayaan Perempuan
7. Pendidikan
Masyarakat dan Pelatihan Kerja
Pendidikan dan Pelatihan lain yang
ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik (akademik,
keterampilan-kewirausahaan) sesuai dengan kebutuhan.
PENDAFTARAN
Pendaftaran Mahasiswa baru dilakukan
secara bersamaan melalui Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi
Negeri (SNMPTN) undangan, bidik misi maupun tertulis dan seleksi mandiri (SM)
UNY.
TENAGA EDUKATIF
Guna mendukung terlaksananya proses
pembelajaran yang bermutu. Program Studi PLS memiliki tenaga edukatif tetap
berjumlah 17 orang, terdiri dari 3 Guru Besar 5 orang Doktor, 9 orang
Magister (dua dosen sedang menempuh program Doktor), secara lebih rinci tenaga
edukatif tersebut adalah:
1) Prof.
Dr. Wuradji, M.S
2) Prof.
Dr. Sodiq Azis Kuntoro, M.Ed
3) Prof.
Dr. Yoyon Suryono, M.S
4) Sumarno,
Ph.D
5) Dr.
Sugito, MA
6) Dr.
Sujarwo, M.Pd
7) Dr.
Puji Yanti Fauziah, M.Pd
8) Dr.
Iis Prasetya, MM
9) Al.
Setya Rohadi, M.Kes (sedang S3)
10) Entoh Tohani, M.Pd (sedang S3)
11) Nur Djazifah ER, M.Si
12) Mulyadi, M.Pd
13) S.W. Septiarti, M.Si
14) RB. Suharta, M.Pd
15) Widyaningsih, M.Si
16) Hiryanto, M.Si
17) Lutfi Wibawa, M.Pd.
F. FASILITAS PEMBELAJARAN
Fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran
disediakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta/Fakultas Ilmu Pendidikan/Program
Studi Pendidikan Luar Sekolah maupun hasil kerjasama dan bantuan dari
masyarakat serta sumber lain, meliputi: Ruang Kuliah yang
cukup representative, Laboratorium Komputer yang dilengkapi dengan LCD,
OHP, Lap Top, Handy Cam, Slide Projector, Walk Man, TV, VCD
Player, Mini Compo, Tape Recorder, Camera manual dan digital,untuk meningkatkan
skill dan kemampuan professional yang terkait dengan pengembangan media
pembelajaran PLS., Perpustakaan Fakultas/Jurusan untuk mendukung kajian
keilmuan PLS.
Dalam mendukung mempersiapkan lulusannya
agar memiliki kompetensi utama sebagai Pendidik Luar Sekolah maupun beberapa
kompetensi pendukung lainnya, Program studi PLS telah mempersipkan fasilitas
pendukung berupa Laboratorium
di Luar Kampus“Rumah Pintar Omah Pasinaon di Gunung Kidul yang merupakan
rintisan dari mahasiswa PLS UNY yang bernama Yudan Hermawan angkatan 2009 yang
sekarang sudah Wisuda”, dengan mitra beberapa PKBM, LSM dan SKB, BPKB,
BP2KS, Laboratorium Pendidikan Anak Usia Dini yang berlokasi di Kampus
UPP II Jl Bantul Yogyakarta sebagai ajang penelitian dosen maupun mahasiswa,
praktek perkuliahan, kegiatan PPL-KKN, pengabdian kepada masyarakat dan
kegiatan akademik lainnya, serta berbagai kegiatan kerja sama dengan
pihak-pihak terkait.
G. UNIT LAYANAN MASYARAKAT
Program studi Pendidikan Luar Sekolah
menyediakan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan
berkaitan dengan kegiatan–kegiatan dibidang pendidikan luar sekolah dan
pembelajaran masyarakat, seperti penyuluhan, pelatihan, penelitian, diklat dan
sebagainya.
PROSPEK LULUSAN PLS
Lulusan PLS FIP UNY telah bekerja
dibeberapa instansi pemerintah (Depdikbud, Dikmas, P2PAUDNI, BPKB, SKB, Dinsos,
BKKBN, Penmas, Depnaker dll) dan Swasta (Peneliti, trainer, Konsultan PLS, Penmas,
Pengelola PKBM, LSM, Wirausaha, dll).
Prestasi pengembangan yang pernah diraih
hingga saat ini:
Pemenang Program Hibah Kompetisi A-2
tahun 2005-2007
Pendampingan PKBM 2 periode (2010-2011)
Pemberantasan Buta Aksara 2008-2010
Kajian Rumah pintar, taman pintar dan
komunitas pintar 2010
Efikasi Kebijakan PNFI (2010)
Kajian Aksara Kewirausahaan (2011)
Beberapa penelitian tahun 2011-2012
(Stranas, Hikomp, Hibah bersaing)
Untuk informasi lebih lanjut hubungi
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Yogyakarta Telp. (0274) 586168 psw 369. HP. 08156853559 (hiryanto),
HP.085647096663 (Sujarwo), 08195009494 (Lutfi Wibawa)
Membelajarkan
Masyarakat, Memfasilitasi DIKLAT, Pemberdayaan Masyarakat dan Berwirausaha
Komitmen kami
kilas UNY, PLS, dan Makrab PLS UNY
sumber
sebaran brosur profil PLS FIP UNY 2013
video PLS by M Faisal
PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
Alamat
: Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 586168 Psw 369
A.
LATAR BELAKANG
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada awalnya terlahir dengan
nama Program studi Pendidikan Sosial (PS) pada tanggal 19 September 1955, saat
ini menjadi salah satu program studi di lingkup Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, memfokuskan diri pada kajian-kajian
di luar sistem persekolahan, merujuk pada Undang-undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional secara operasional Program Studi Pendidikan
Luar Sekolah diarahkan pada penyiapan tenaga PLS yang berkemampuan mengelola
satuan pendidikan luar sekolah, memfasilitasi proses pembelajaran dan
memperhatikan warga belajar dalam berbagai dimensinya, mengarahkan pada
kepemilikan dan perkembangan intelegensi, kebutuhan belajar, keterampilan
belajar, keterampilan fungsional, keterampilan wirausaha, serta pengembangan
sikap dan kepribadian profesional, dan kemandirian masyarakat.
B.
VISI dan MISI
1. VISI
:
Jurusan
Pendidikan Luar Sekolah yang unggul di tingkat nasional yang berlandaskan
ketaqwaan, kemandirian, kecendikiaan, dan berwawasan kebangsaan.
2. MISI
:
a Mengembangkan
praksis pendidikan luar sekolah yang memberdayakan masyarakat yang berkarakter
b Membelajarkan
masyarakat secara berkelanjutan menuju tercapainya masyarakat belajar yang
berlandaskan nilai-nilai ketakwaan. Kemandirian dan rensponsif terhadap
tuntutan masyarakat
c Menyelenggarakan
pendidikan professional yang berbasis penelitian
d
Melaksanakan praktek pembelajaran
dalam bidang dan program pendidikan luar sekolah.
C. TUJUAN
Program
Studi Pendidikan Luar Sekolah menyelenggarakan pendidikan akademik program
studi S1 Pendidikan Luar Sekolah, menyiapkan tenaga kependidikan luar sekolah
yang memiliki Kompetensi: 1) Pengelola program satuan PLS, 2) Fasilitator pusat
kegiatan belajar masyarakat, 3) Pelaku wirausaha sosial dan pemberdayaan
masyarakat.
D. BIDANG KEAHLIAN
Mengacu
pada Kepmendiknas Nomor 232/U/2000, serta SK Mendiknas No. 045/U/2002, mengenai
prospek bidang pekerjaan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Luar
Sekolah, adalah sebagai Pengelola & Pengembang Program PLS/PNFI serta
fasilitator pembelajaran pada lembaga-lembaga PLS/PNFI, yang meliputi:
1. Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
2. Pendidikan
Orang Dewasa
3. Pendidikan
Kepemudaan
4. Pendidikan
Kesetaraan
5. Pendidikan
Keaksaraan
6. Pendidikan
Pemberdayaan Perempuan
7. Pendidikan
Masyarakat dan Pelatihan Kerja
Pendidikan
dan Pelatihan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik
(akademik, keterampilan-kewirausahaan) sesuai dengan kebutuhan.
PENDAFTARAN
Pendaftaran
Mahasiswa baru dilakukan secara bersamaan melalui Seleksi Nasional Mahasiswa
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) undangan, bidik misi maupun tertulis dan
seleksi mandiri (SM) UNY.
TENAGA EDUKATIF
Guna
mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang bermutu. Program Studi PLS
memiliki tenaga edukatif tetap berjumlah 17 orang, terdiri dari 3 Guru Besar 5
orang Doktor, 9 orang Magister (dua dosen sedang menempuh program
Doktor), secara lebih rinci tenaga edukatif tersebut adalah:
1) Prof.
Dr. Wuradji, M.S
2) Prof.
Dr. Sodiq Azis Kuntoro, M.Ed
3) Prof.
Dr. Yoyon Suryono, M.S
4) Sumarno,
Ph.D
5) Dr.
Sugito, MA
6) Dr.
Sujarwo, M.Pd
7) Dr.
Puji Yanti Fauziah, M.Pd
8) Dr.
Iis Prasetya, MM
9) Al.
Setya Rohadi, M.Kes (sedang S3)
10) Entoh
Tohani, M.Pd (sedang S3)
11) Nur
Djazifah ER, M.Si
12) Mulyadi,
M.Pd
13) S.W.
Septiarti, M.Si
14) RB.
Suharta, M.Pd
15) Widyaningsih,
M.Si
16) Hiryanto,
M.Si
17) Lutfi
Wibawa, M.Pd.
F. FASILITAS PEMBELAJARAN
Fasilitas
pendukung kegiatan pembelajaran disediakan oleh Universitas Negeri
Yogyakarta/Fakultas Ilmu Pendidikan/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
maupun hasil kerjasama dan bantuan dari masyarakat serta sumber
lain, meliputi: Ruang Kuliah yang cukup representative,
Laboratorium Komputer yang dilengkapi dengan LCD, OHP, Lap Top,
Handy Cam, Slide Projector, Walk Man, TV, VCD Player, Mini Compo,
Tape Recorder, Camera manual dan digital,untuk meningkatkan skill dan kemampuan
professional yang terkait dengan pengembangan media pembelajaran PLS., Perpustakaan
Fakultas/Jurusan untuk mendukung kajian keilmuan PLS.
Dalam
mendukung mempersiapkan lulusannya agar memiliki kompetensi utama sebagai
Pendidik Luar Sekolah maupun beberapa kompetensi pendukung lainnya, Program
studi PLS telah mempersipkan fasilitas pendukung berupa Laboratorium di Luar Kampus“Rumah Pintar Omah Pasinaon di Gunung Kidul yang merupakan rintisan dari mahasiswa PLS UNY yang bernama Yudan Hermawan angkatan 2009 yang sekarang sudah Wisuda”, dengan mitra beberapa PKBM, LSM dan SKB, BPKB, BP2KS,
Laboratorium Pendidikan Anak Usia Dini yang berlokasi di Kampus UPP II Jl
Bantul Yogyakarta sebagai ajang penelitian dosen maupun mahasiswa, praktek
perkuliahan, kegiatan PPL-KKN, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan
akademik lainnya, serta berbagai kegiatan kerja sama dengan pihak-pihak
terkait.
G. UNIT LAYANAN MASYARAKAT
Program
studi Pendidikan Luar Sekolah menyediakan layanan kepada masyarakat yang
membutuhkan bantuan layanan berkaitan dengan kegiatan–kegiatan dibidang
pendidikan luar sekolah dan pembelajaran masyarakat, seperti penyuluhan,
pelatihan, penelitian, diklat dan sebagainya.
PROSPEK
LULUSAN PLS
Lulusan
PLS FIP UNY telah bekerja dibeberapa instansi pemerintah (Depdikbud, Dikmas,
P2PAUDNI, BPKB, SKB, Dinsos, BKKBN, Penmas, Depnaker dll) dan Swasta (Peneliti,
trainer, Konsultan PLS, Penmas, Pengelola PKBM, LSM, Wirausaha, dll).
Prestasi
pengembangan yang pernah diraih hingga saat ini:
Pemenang
Program Hibah Kompetisi A-2 tahun 2005-2007
Pendampingan
PKBM 2 periode (2010-2011)
Pemberantasan
Buta Aksara 2008-2010
Kajian
Rumah pintar, taman pintar dan komunitas pintar 2010
Efikasi
Kebijakan PNFI (2010)
Kajian
Aksara Kewirausahaan (2011)
Beberapa
penelitian tahun 2011-2012 (Stranas, Hikomp, Hibah bersaing)
Untuk
informasi lebih lanjut hubungi Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Telp. (0274) 586168 psw 369. HP.
08156853559 (hiryanto), HP.085647096663 (Sujarwo), 08195009494 (Lutfi Wibawa)
Membelajarkan Masyarakat,
Memfasilitasi DIKLAT, Pemberdayaan Masyarakat dan Berwirausaha Komitmen kami
sumber :
brosur terbaru menganai profil PLS FIP UNY 2013
Langganan:
Komentar (Atom)



